Hati-Hati!!, Cara kita mempermalukan orang tua akan menentukan bagaimana kita deperlakukan. | 6 Tips Menjadi Contoh positif bagi sang anak.
By : Yudi Antara.,CPPS., AWP.
Hati-Hati!!, Cara kita mempermalukan orang tua akan menentukan bagaimana kita deperlakukan. | 6 Tips Menjadi Contoh positif bagi sang anak.
Di dunia ini tidak ada yang abadi, perjalanan dan dinamika hidup adalah hal yang pasti akan terjadi. Yang terlahir suatu saat nanti akan meninggal, yang hari ini masih anak anak suatu saat nanti akan menjadi orang tua..yang hari ini kuat maka suatu saat nanti akan melemah...dan lain sebagainya.
Namun pernahkah kamu berfikir apa yang akan terjadi saat tua nanti?
Saat tubuh sudah renta dan tak sekuat sekarang?
Saat kamu tak lagi mampu untuk bekerja?
Apakah saya akan di perlakukan dengan baik?
Semua orang pasti ingin di perlakukan dengan baik, tapi coba renungkan apakah selama ini kita sudah memperlakukan kedua orang tua kita dengan baik? Seberapa sering kita menyakiti hati mereka?entah dengan pembangkangan, susah di atur, kasar, dan hal hal buruk lainnya?
Cara kita memperlakukan orang tua adalah apa yang akan kita dapatkan suatu saat nanti..jika hari ini kita tidak bisa memperlakukan orang tua dengan baik maka suatu saat nanti bisa jadi ketika kita sudah menjadi orang tua maka anak anak kita akan melakukan hal yang sama.
Inilah yang disebut dengan hukum karma, apa yang kita tanam hari ini maka suatu saat nanti akan kita petik buah'nya..mau tidak mau, siap tidak siap , suka tidak suka itulah hasilnya.
Apakah karma menjadi faktor utama? Bagaimana jika saya tidak percaya karma?
Oke..jadi begini...
Ketika kamu telah mnjadi orang tua pasti kamu akan punya anak bukan?
Nh anak kamulah yang akan melihat bagaimana kamu memperlakukan kedua orang tua kamu, karena anak akan melihat dan cendrung meniru apa yang di lakukan orang tuanya.
Knpa?, Karena anak akan menganggap kedua orang tuanya sebagai sebuah panutan sehingga secara tidak langsung akan tertanam dalam alam bawah sadar mereka.
Orang tua yang merokok, maka ada kemungkinan anaknya juga akan ikut merokok meskipun orang tuanya melarang, karena iya melihat orang tuanya sendiri merokok. Ketahui bahwa anak akan cendrung meniru apa yang dilakukan orang tuanya, tak peduli apa yang orang tuanya katakan.
Sehingga jika ingin mendidik seorang anak adalah dengan menjadi contoh bagi anak untuk ditiru..bukan hanya memberi daftar contoh yang orang tuanya sendiri tak ikut lakukan.
Pola asuh akan menentukan bagaimana anak bertumbuh kedepan. Perlu di ingat bahwa apa yang kita tunjukan didepan anak berulang kali maka akan mnjadi kebiasaan bagi sang anak, dan ketika sudah mnjadi kebiasaan maka akan berubah mnjadi perilaku..ketika sudah jadi perilaku dan tak segera di sadari maka akan berubah mnjadi karakter...dan ketika sudah mnjadi karakter maka akan sulit untuk di perbaiki...lalu apa yang harus kita lakukan?
Ajarkan nilai nilai positif kepada anak tentang bagaimana mnjadi anak yang penuh kasih sayang.
Jadilah contoh bagi sang anak, jangan hanya memberikan perintah yang kita sendiri tidak lakukan.
Sesekali ajak anak untuk menjenguk kakek-nenek atau berkumpul bersama, dengan bgitu iya akan perlahan belajar " ohh begini ya kedua orang tuaku memperlakukan kedua orang tuanya, maka suatu saat nanti aku juga harus seperti itu".
Hindari untuk berdebat didepan anak, sering kali hal ini tidak di perhatikan, dimana itu sama saja dengan memberikan anak contoh yang buruk, sehingga lebih baik usahakan jangan lakukan itu didepan anak atau kalau bisa jangan ada perdebatan..akan lebih selesaikan dengan baik baik tanpa ada kata kata kasar / tindakan kasar sehingga itu akan menunjukan bahwa kamu adalah orang tua yang bijaksana.
Ajak anak untuk berdiskusi atau ajak anak untuk bercerita secara dua arah, hal itu akan membuat anak menjadi pribadi yang terbuka kepada orang tua, sehingga jika terjadi sesuatu anak akan lari kepada orang tua untuk bercerita dan mencegah anak untuk memendam masalah atau lari dari masalah dengan hal hal negatif. Kapan waktu yang tepat?, Bisa di lakukan saat makan bersama, atau saat malam hari ketika sedang berkumpul bersama, atau juga bisa di waktu senggang lainnya.
Jadilah orang tua yang fleksibel untuk anak, sering kali orang tua yang terlalu kaku dan tidak fleksibel akan membuat anak menjadi tertutup...hal ini dikarenakan anak merasa tidak memperoleh teman cerita yang bisa sefrekuensi dengan mereka..sehingga sebagai orang tua harus mampu memposisikan diri, kapan sebagai orang tua, kapan sebagai sahabat yang lebih bersikap hangat kepada anak dan tidak terlalu banyak komplain kepada anak selama dalam batas yang wajar..sehingga anak akan senang bercerita dengan kedua orang tuanya tentang rencana maupun hal yang iya lakukan setiap hari.
Setiap dari kita pasti akan menjadi orang tua, atau mungkin ada yang sudah menjadi orang tua ketika membaca artikel ini...maka mari kita renungi bersama apakah kita sudah mampu menjadi contoh yang baik untuk anak?. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki dan tidak ada salahnya mempersiapkan diri bagi yang akan menjadi orang tua nantinya.
"Cintailah kedua orang tua kita sebagimana kita mau di cintai anak-anak kita nanti"
"Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, karena restu orang tua adalah modal terbesar untuk membuka segala pintu kesuksesan"
Semoga bisa bermanfaat, serta kita semua bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi...
saya Between, trimaksih.
Komentar
Posting Komentar